SURABAYA, EdukasiKampus.id — Dinamika pergerakan dan organisasi kemahasiswaan di Indonesia terus mengalami evolusi seiring perkembangan zaman. Merespons kebutuhan akan tata kelola organisasi yang lebih progresif dan inovatif, Kementerian Hubungan Luar BEM Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) sukses menggelar agenda studi banding bertajuk ‘Heroes Campus Visit’. Acara ini mempertemukan delegasi pemikiran hebat dari lima perguruan tinggi […]
SURABAYA, EdukasiKampus.id — Dinamika pergerakan dan organisasi kemahasiswaan di Indonesia terus mengalami evolusi seiring perkembangan zaman. Merespons kebutuhan akan tata kelola organisasi yang lebih progresif dan inovatif, Kementerian Hubungan Luar BEM Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) sukses menggelar agenda studi banding bertajuk ‘Heroes Campus Visit’. Acara ini mempertemukan delegasi pemikiran hebat dari lima perguruan tinggi negeri bereputasi tinggi di Jawa Timur.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Ternate, Universitas Airlangga, pada Sabtu (27/6/2026) tersebut menghadirkan perwakilan pimpinan dan pengurus organisasi mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta BEM Vokasi Unair sebagai peruan rumah.
Sebagai forum akademis dan keorganisasian, Heroes Campus Visit dirancang untuk menjawab tantangan tata kelola ormawa di era digital. Dalam sesi sharing interaktif yang diselenggarakan sepanjang acara, setiap delegasi memaparkan portofolio program kerja unggulan, strategi penyerapan aspirasi mahasiswa, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam menyukseskan agenda kemahasiswaan. Diskusi mendalam ini membuka wawasan baru mengenai bagaimana organisasi mahasiswa dapat tetap relevan, adaptif, dan memiliki daya tawar yang kuat.
Kehadiran lima universitas papan atas ini menciptakan ekosistem belajar yang sangat kaya. Delegasi ITS membagikan perspektif mengenai integrasi teknologi dan manajemen proyek yang terukur, sementara Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang membagikan pengalaman sukses dalam mengelola kegiatan kemahasiswaan berbasis riset dan pengabdian masyarakat. Di sisi lain, UNESA dan Unair memberikan wawasan mendalam mengenai advokasi inklusif dan pengembangan soft skills mahasiswa vokasi.
Pertukaran ide yang intensif ini membuktikan bahwa persaingan akademis antar-kampus tidak pernah menjadi penghalang untuk saling belajar dan berkolaborasi. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para delegasi sepanjang acara menjadi indikator jelas bahwa mahasiswa hari ini sangat haus akan ruang-ruang dialog yang produktif dan berorientasi pada solusi.
Perwakilan BEM Vokasi Unair mengungkapkan bahwa salah satu capaian terpenting dari Heroes Campus Visit adalah terbangunnya pemahaman bersama mengenai pentingnya kepemimpinan yang berempati dan berbasis dampak. Di tengah kesibukan akademik, mahasiswa yang aktif berorganisasi dituntut memiliki kemampuan manajemen waktu dan eksekusi program yang handal. Melalui studi banding ini, para pengurus ormawa mendapatkan alat evaluasi dan referensi baru untuk meningkatkan kinerja organisasi di kampus masing-masing.
Selain itu, forum ini juga menyadari pentingnya menyiapkan kader-kader pimpinan pemuda yang berwawasan luas. Kolaborasi lintas kampus dipandang sebagai kunci utama dalam mencetuskan ide-ide besar yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan internal kampus, tetapi juga mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan aksi nyata bagi masyarakat luas serta kemajuan bangsa Indonesia. Rangkaian Heroes Campus Visit diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga jejaring komunikasi antarkampus agar tetap aktif. Dengan semangat sinergi yang telah terpatri, kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi lahirnya berbagai inovasi gerakan mahasiswa yang lebih solid, profesional, dan berdaya saing tinggi di masa depan.