SURABAYA – Kapasitas dan keahlian analisis tenaga kesehatan masa depan Indonesia kembali dibuktikan di kancah nasional. Tim Synapse dari Program Studi D4 Fisioterapi Fakultas Vokasi UNAIR sukses meraih peringkat Juara 2 dalam ajang kompetisi medis Mediheal 2026 (Mediheal Vol. 3) usai berhasil menaklukkan analisis kasus klinis neuroanatomi tingkat tinggi.

Fokus tantangan utama dalam kompetisi ini terletak pada penyusunan tata laksana fisioterapi untuk penderita Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)—sebuah penyakit degeneratif saraf motorik yang sangat kompleks dengan variasi pola onset yang berbeda pada setiap pasien. Tim UNAIR berhasil menyusun analisis penanganan klinis berbasis bukti (evidence-based practice) yang dinilai presisi oleh dewan juri.

Ketajaman analisis klinis tersebut dibangun melalui penelusuran literatur ilmiah secara mandiri dan komprehensif. Tim mahasiswa membedah mekanisme patofisiologi penyakit, menentukan derajat gangguan fungsi gerak, serta merancang program rehabilitasi fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien ALS.

Pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa vokasi kesehatan Indonesia memiliki penguasaan teori medis yang mendalam serta keterampilan praktis yang matang, siap memberikan kontribusi nyata dalam penanganan kasus-kasus medis kompleks di masyarakat.

Visited 2 times, 1 visit(s) today