Surabaya – Di salah satu sudut Kampus Dharmawangsa-B Universitas Airlangga, sebuah klinik kecil kini ramai didatangi warga. Di sanalah mahasiswa Fakultas Vokasi mempraktikkan ilmu pengobatan tradisional yang mereka pelajari, dari terapi akupunktur hingga pijat, dan semuanya diberikan gratis lewat Layanan Praktik Klinik Mahasiswa Battra 2026.

Para pelaksananya adalah mahasiswa semester enam program studi D-4 Pengobat Tradisional. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat (Pengmas) yang mereka jalankan secara mandiri, meski tetap berada dalam pendampingan dosen pembimbing.

Bagi Dr. Apt. Iif Hanifa Nurrosyidah, S.Farm., M.Farm, selaku Ketua Pelaksana “Pengmas Mandiri Pelayanan Kesehatan Tradisional”, klinik ini adalah ruang belajar yang sesungguhnya. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga terampil mempraktikkannya secara utuh.

Selain menghadirkan pelayanan kesehatan tradisional komplementer bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pelatihan nyata bagi mahasiswa sekaligus perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kompetensi yang diasah mencakup akupunktur, pijat dan spa tradisional, serta herbal. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang menjadi tujuan utama civitas akademika dalam pengabdian masyarakat,” katanya.

Kehadiran klinik ini rupanya disambut hangat. Iif menuturkan bahwa antusiasme warga cukup tinggi, terlihat dari banyaknya pendaftar di minggu pertama dan pasien yang kembali datang. “Beberapa dari mereka sudah merasakan khasiat setelah berobat di sini,” ujarnya.

Bagi yang ingin mencoba, klinik buka setiap Senin pukul 08.00–15.00 WIB, serta Selasa, Kamis, dan Jumat pukul 11.00–16.00 WIB. Pendaftaran dilakukan langsung di Sekretariat Battra, Gedung C Vokasi (eks Fakultas Hukum) Lantai Satu, Kampus Dharmawangsa-B Unair, Surabaya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today