Surabaya – Pagi hari di lobi sebuah hotel berbintang di Surabaya Pusat nyaris tak pernah sepi. Koper-koper bergulir, tamu antre di meja resepsionis, dan staf front office bergerak sigap menyelesaikan urusan check-in dan check-out. Di balik layar, para pengelola hotel menyusun jadwal kerja hari itu. Di tengah ritme yang padat tersebut, ada satu sosok yang cukup akrab bagi rekan-rekannya: Bestari Zukka Yusenda.

Bestari adalah alumni Sarjana Terapan Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga. Kini ia memegang peran sebagai Human Resources Manager di Goldvitel Hotel Surabaya. Jalan menuju posisi itu sudah ia lalui bertahun-tahun sebelumnya, ketika masih berstatus mahasiswa yang berpindah dari satu hotel ke hotel lain untuk magang.

“Kami tidak hanya diberi materi di kelas,” kenangnya sambil memanfaatkan jeda istirahat. Hampir di setiap semester, ia dan teman-temannya terjun ke lapangan, mulai dari back office, housekeeping, dan food and beverage sampai front office. Alhasil, saat benar-benar memasuki dunia kerja, ia tidak merasa canggung.

Meski begitu, pilihan kuliah di jalur vokasi sempat membuatnya bimbang. Ia membandingkannya dengan program sarjana reguler yang dianggap lebih “bergengsi”. Perlahan, anggapan itu memudar setelah ia merasakan bahwa kurikulum vokasi memang disusun agar mahasiswa siap bekerja.

Menurut Kaprodi Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi Unair, prodi ini memang diarahkan untuk melahirkan lulusan yang langsung bisa berkiprah di industri, dari merencanakan, memproduksi, hingga mengawasi pengelolaan hotel. Sejak naik jenjang dari D-III ke D-IV, para lulusan mengantongi gelar S.Tr.Par.

Setelah bertahun-tahun berkecimpung, Bestari memahami bahwa bekerja di hotel bukan sekadar melayani. Dibutuhkan kepekaan sosial, kemampuan berkomunikasi dengan tamu dari beragam budaya, dan mental yang kuat saat tekanan memuncak, apalagi pada musim liburan. “Yang paling berat itu mengatur harapan tamu. Setiap orang datang dengan keinginan berbeda, tapi kita harus tetap tenang dan mencari jalan keluar,” ujarnya. Ia pun berpesan agar anak muda tidak lagi menyepelekan pendidikan vokasi. Di matanya, industri sekarang haus akan tenaga terampil yang siap bekerja. Perjalanannya menjadi gambaran bahwa vokasi dapat mengantar seseorang ke karier nyata di sektor perhotelan, yang terus tumbuh bersama arus wisatawan lokal dan asing.

Visited 1 times, 1 visit(s) today