Program Studi D-IV Pengobat Tradisional (Battra) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meneguhkan komitmennya dalam memperluas kancah internasional. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui suksesnya penyelenggaraan program student outbound sekaligus kunjungan akademik ke Hubei University of Chinese Medicine (HUCM) di Tiongkok. Kunjungan strategis ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan bilateral antar-institusi, melainkan juga instrumen penting […]
Program Studi D-IV Pengobat Tradisional (Battra) Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meneguhkan komitmennya dalam memperluas kancah internasional. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui suksesnya penyelenggaraan program student outbound sekaligus kunjungan akademik ke Hubei University of Chinese Medicine (HUCM) di Tiongkok. Kunjungan strategis ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan bilateral antar-institusi, melainkan juga instrumen penting dalam mengimplementasikan kerja sama institusional secara konkret, khususnya dalam memperluas kolaborasi pada ranah pendidikan, riset ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Setibanya di lokasi, rombongan delegasi UNAIR disambut dengan penuh kehangatan oleh jajaran pimpinan serta civitas akademika HUCM. Pertemuan tingkat tinggi tersebut dimanfaatkan kedua belah pihak untuk mengevaluasi efektivitas kerja sama yang selama ini telah berjalan, sekaligus memetakan berbagai peluang kolaborasi baru yang lebih progresif di masa depan. Ketua Program Studi D-IV Pengobat Tradisional UNAIR, Rini Hamsidi, S.Farm., M.Farm., Apt., menegaskan bahwa langkah ekspansif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang universitas guna mengakselerasi kualitas mutu pendidikan tinggi, terutama melalui kemitraan strategis dengan institusi global terkemuka di bidang Traditional Chinese Medicine (TCM).
Agenda kunjungan tidak berhenti pada diskusi meja bundar dan perumusan kebijakan akademik semata. Para delegasi UNAIR juga berkesempatan untuk meninjau secara langsung berbagai fasilitas penunjang modern, mulai dari laboratorium riset berstandar internasional hingga rumah sakit pendidikan milik HUCM yang mengintegrasikan metode pengobatan tradisional dan medis modern. Pengalaman langsung ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa serta menginspirasi pengembangan kurikulum berbasis praktik global di Fakultas Vokasi UNAIR.
Lebih dari sekadar pertukaran akademik bilateral, pelaksanaan program internasional ini juga merefleksikan dedikasi penuh UNAIR dalam mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs). Inisiatif tersebut secara selaras merangkum poin ke-4 terkait penyelenggaraan pendidikan berkualitas (Quality Education), poin ke-3 mengenai pemastian kehidupan yang sehat serta peningkatan kesejahteraan (Good Health and Well-being), serta poin ke-17 tentang penguatan kemitraan global demi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Partnerships for the Goals). Melalui sinergi lintas negara ini, Prodi Battra Vokasi UNAIR optimis dapat terus mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing global, dan siap berkontribusi bagi dunia kesehatan modern.